You are currently viewing Tok! Geopark Nasional Natuna Resmi Ditetapkan sebagai Kandidat Aspiring UNESCO Global Geopark 2026
default

Tok! Geopark Nasional Natuna Resmi Ditetapkan sebagai Kandidat Aspiring UNESCO Global Geopark 2026

  • Post author:
  • Post category:Berita

Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas resmi menetapkan Geopark Nasional Natuna sebagai Kandidat Aspiring UNESCO Global Geopark (UGGp) tahun 2026. Keputusan strategis ini menandai langkah penting bagi Indonesia dalam mendorong situs warisan geologi di beranda utara nusantara tersebut menuju panggung dunia.

Kabar bahagia ini tertuang dalam surat resmi Bappenas Nomor T-12031/D.07/PP.06.02/06/2026 tertanggal 29 Juni 2026 hal Penyampaian Hasil Seleksi Kandidat Aspiring UNESCO Global Geopark yang langsung ditandatangani oleh Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup, selaku Sekretaris Tim Pelaksana Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Leonardo A.A.T. Sambodo, yang juga turut disampaikan kepada para pemangku kepentingan daerah, termasuk Gubernur Kepulauan Riau dan Bupati Natuna.

Proses seleksi ketat ini telah mulai dilakukan pada bulan maret 2026, dimana tim sekretariat Badan Pengelola Geopark Nasional (BPGN) Natuna mempersiapkan dokumen dan syarat-syarat yang diperlukan. Kemudian pada tanggal 13 Mei 2026, BPGN Natuna bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna secara daering memaparkan potensi Geopark Natuna di hadapan tim penilai dari perwakilan Kementerian/Lembaga, Dewan Pakar, serta Tim Verifikasi Geopark Nasional.

Pada kesempatan tersebut, ada dua Geopark Nasional yang lolos pada seleksi administrasi. Kedua nominasi tersebut adalah Geopark Natuna dan Geopark Tambora. Berdasarkan hasil penilaian komprehensif, Geopark Nasional Natuna berhasil meraih skor tertinggi, dengan skor evaluasi kelayakan 84,16 dari 100, unggul dari Geopark Tambora dengan skor evaluasi kelayakan 70,56 dari 100.

“Penilaian tersebut mencakup tiga indikator utama, yaitu Laporan Perkembangan Geopark Nasional dari Kementerian ESDM, dokumen Rencana Induk dari Kementerian PPN/Bappenas, serta Evaluasi Kelayakan dari Tim Penilai.” Jelas Tukino, S.P., Sekretaris I BPGN Natuna sekalu ketua Tim Sekretariat BPGN Natuna.

Menindaklanjuti hasil ini, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dijadwalkan segera mengirimkan surat minat (letter of intent) aspiring UGGp ke markas besar UNESCO. Setelah pengiriman letter of intent, BPGN Natuna bersama pemangku kepentingan terkait akan memasuki fase krusial berikutnya, yaitu penyusunan berkas aplikasi (Dossier Geopark beserta Annex 1–6) yang berlangsung dari 1 Juli hingga 1 Oktober 2026. Dokumen final tersebut ditargetkan akan dikirimkan secara resmi oleh KNIU kepada UNESCO pada akhir November 2026.

Jika seluruh tahapan administratif berjalan lancar, tim penilai dan asesor dari UNESCO dijadwalkan akan melakukan inspeksi lapangan langsung ke Natuna pada periode Mei hingga Juli 2027, sebelum keputusan penetapan akhir diambil dalam Sidang UGGp Council pada September 2027.

Dengan ditetapkannya Geopark Nasional Natuna sebagai aspiring UGGp ini, diharapkan dapat menjadi momentum emas untuk mengenalkan potensi warisan geologi luar biasa di beranda utara Indonesia ke kancah internasional. Langkah ini tidak hanya membuka peluang besar bagi peningkatan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi masyarakat lokal, tetapi juga memperkuat komitmen perlindungan lingkungan serta pelestarian warisan budaya yang ada di Kabupaten Natuna.