You are currently viewing Tambah Wawasan Peserta, Geopark Natuna Bekali Kontingen Jambore Nasional 2026

Tambah Wawasan Peserta, Geopark Natuna Bekali Kontingen Jambore Nasional 2026

  • Post author:
  • Post category:Berita

Badan Pengelola Geopark Nasional (BPGN) Natuna memberikan pembekalan kepada peserta Kontingen Kwarcab Natuna yang akan mengikuti kegiatan Jambore Nasional Ke-XII Tahun 2026. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian pemantapan peserta sebelum keberangkatan ke Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan berlangsung di komplek lapangan bola Tunas Harapan Baru, Kelurahan Ranai Kota pada kamis, 6 Agustus 2026.

Sekretaris II BPGN Natuna, Ryannaldo hadir sebagai narasumber utama. Materi yang disampaikan berfokus pada pengenalan Geopark Natuna, khususnya aspek wisata dan budaya. Sebanyak 16 peserta, beserta 3 orang pendamping mengikuti pembekalan tersebut. Para peserta terdiri dari 8 putra dan 8 putri golongan Pramuka Penggalang dari berbagai sekolah dan daerah di Kabupaten Natuna.

Dalam pemaparan, peserta diajak memahami konsep Geopark sebagai kawasan yang mengintegrasikan keragaman geologi, hayati, dan budaya. Materi mencakup pengenalan geosite unggulan seperti Gunung Ranai, Pulau Senua, Batu Kasah, serta kekayaan budaya Melayu Natuna yang hidup, termasuk kesenian tradisional dan kearifan lokal. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan primata endemik Kekah Natuna (Presbytis natunae) sebagai salah satu ikon keanekaragaman hayati.

“Karena bersama kita ketahui, bahwa tidak semua daerah di Indonesia ditetapkan sebagai kawasan Geopark, dan Natuna mendapatkan previlege itu, yang akan bisa dibanggakan dengan peserta Jambore se-Indonesia nanti, bahkan menurut informasi juga ada peserta dari luar negeri”, jelas Naldo.

Pembekalan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan membekali para peserta agar mampu menjadi duta yang baik dalam memperkenalkan potensi Geopark Natuna di tingkat nasional. Diharapkan, pengetahuan yang diperoleh dapat memperkuat rasa kebanggaan dan identitas daerah saat mereka mengikuti Jambore Nasional 2026.

Dalam sela-sela paparannya, Naldo juga menerangkan bahwa menjadi pramuka yang baik juga termasuk dalam konsep pengembangan geopark. Dia menjelaskan juga bahwa ada beberapa Saka (Satuan Karya) dalam gerakan Pramuka yang bersinggungan langsung dengan Geopark.

“Menjadi Pramuka yang baik sebenarnya termasuk dalam pengembangan geopark. Dan jika ingin terus ber-pramuka sambil mengembangkan geopark, adik-adik ini jika sudah di golongan Penegak atau Pandega bisa mengikuti saka-saka yang ada seperti Saka Pariwisata, Saka Wanabakti, Saka Kalpataru, Saka Widya Budaya Bakti, dan lain-lain”, tambahnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan antusias. Para peserta tampak aktif menyimak serta mengajukan pertanyaan seputar destinasi wisata dan nilai-nilai budaya yang menjadi ciri khas Natuna.

Dengan pembekalan ini, BPGN Natuna berharap Kontingen Natuna tidak hanya unggul dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga mampu membawa serta cerita tentang kekayaan alam dan budaya daerah ke kancah nasional. (RN)