You are currently viewing Persiapan Menuju UGGp, Pengurus Geopark Natuna Survei Lokasi Geoheritage dan Calon Geosite Baru

Persiapan Menuju UGGp, Pengurus Geopark Natuna Survei Lokasi Geoheritage dan Calon Geosite Baru

  • Post author:
  • Post category:Berita

Dalam rangka memantapkan langkah dan persiapan kawasan Geopark Natuna menuju status UNESCO Global Geopark (UGGp), Badan Pengelola Geopark Natuna (BPGN) menggelar kegiatan survei lapangan untuk menginventarisasi lokasi geoheritage (warisan geologi) serta calon minatan geologi baru pada Selasa dan Rabu (8-9/9/2026).

Kegiatan survei yang berlangsung selama dua hari ini menargetkan sejumlah titik potensial di dua kecamatan. Di wilayah Kecamatan Bunguran Timur Laut, tim menelusuri dan melakukan pengamatan mendalam di Betu Tok Nyong di Desa Selemam, Pulau Sahi dan Betu Takek/Gendeng di Desa Kelanga. Sementara di Kecamatan Bunguran Utara, eksplorasi dilanjutkan ke lokasi Warisan Geologi Air Mali di Desa Kelarik Air Mali dan Tanjung Ba’dai di Desa Kelarik.

Camat Bunguran Timur Laut, Tarimizi yang ikut mendampingi survei ke Pulau Sahi, menyambut baik kegiatan survei ini. Beliau yang ditemani perangkat desa Kelanga berkomitmen untuk mengembangakan situs Pulau Sahi menjadi objek wisata berbasis geopark.

“Baik, kita juga akan berdayakan pokdarwis desa Kelanga untuk kembali mengembangkan situs ini” jelasnya.

Eksplorasi lapangan ini dipimpin langsung oleh jajaran pengurus BPGN, meliputi Sekretaris 1, Sekretaris 2, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disapr, serta staf sekretariat BPGN Natuna dan staf Dispar Natuna. Kehadiran lintas bidang ini bertujuan untuk menilai keterkaitan aspek kebumian, keanekaragaman hayati, serta potensi pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan di calon-calon situs tersebut.

Survei ini bertujuan utama untuk menambah daftar inventaris situs warisan geologi (geoheritage) sekaligus menjaring kandidat geosite baru di kawasan Natuna. Penambahan dan penguatan keragaman situs geologi ini menjadi fondasi penting dalam penyusunan berkas evaluasi serta pemenuhan kriteria kelayakan di tingkat internasional.

“Saat ini geosite di kawasan geopark Natuna baru ada 12 yang berada di dalam deliniasi geopark Natuna, sesuai aturan, geosite yang ada harus berjumlah 20, jadi kita akan menambahkan kurang lebih 8 geosite lagi”, ungkap Tukino, S.P., sekretaris I BPGN Natuna.

Langkah strategis ini menegaskan komitmen pengurus dalam mengoptimalkan potensi geodiversitas yang ada di Pulau Natuna. Dengan semakin kaya dan terdatanya situs-situs geologi bernilai tinggi ini, Geopark Natuna optimis dapat memperkuat posisinya menuju penetapan sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark.