Pengurus Badan Pengelola Geopark Nasional (BPGN) Natuna, bersama dengan Dinas Pariwisata melaksanakan kegiatan studi banding ke Ciletuh Palabuhanratu UGGp, pada 18-24 Oktober 2024. Rombongan yang diketuai oleh Ir. Basri, M.Si selaku ketua Harian BPGN Natuna ini juga membawa 20 orang pengelola dari 5 geosite yang ada di Natuna. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Pelatihan Pengelolaan Geosite yang sudah dilaksanakan sebelumnya.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan pengelolaan kemarin, agar supaya para pengelola paham karena melihat langsung pengelolaan geopark yang dilakukan di kawasan Ciletuh Palabuhanratu yang geoparknya sudah diakui secara global”, jelas Basri.

Di Ciletuh Palabuhanratu, peserta dibawa mengunjungi beberapa tempat guna melihat langsung kegiatan geopark yang dikelola oleh pengelola di sana. Tak hanya itu, Pengurus BPGN Natuna juga melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Ciletuh Palabuhanratu UGGp untuk perkuat kemitraan antarsesama Geopark.
Tukino, S.P., sekretaris I BPGN Natuna yang ikut dalam rombongan berharap dengan adanya penandatangan MoU ini bisa semakin memperkuat silaturahmi dan kerjasama antar-Geopark.
“Harapannya semoga Geopark Natuna bisa banyak belajar dari Ciletuh Palabuhanratu, dan bisa tertular untuk menjadi UNESCO Global Geopark”, ucapnya.

Dalam total perjalan selama hampir sepekan ini, peserta mengunjungi berbagai tempat seperi Geopark Information Center, dan beberapa situs yang dikelola langsung oleh masyarakat. Selain membawa peserta pelatiha, pengurus BPGN juga membawa beberapa perwakilan dari masing-masing divisi BPGN Natuna. Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan refrensi dari kegiatan selama studi banding, agar kelak bisa diterapkan dalam membuat program kerja di BPGN Natuna.