Jalan Geopark Natuna menuju UNESCO Global Geopark (UGGp) mendapat dukungan dari berbagai pihak. Terakhir, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Pusat Survei Geologi (PSG) Badan Geologi yang berpusat di Bandung, mengirimkan tim untuk melaksanakan survei di beberapa titik potensial untuk menjadi situs geologi Geopark Natuna.
Kedatangan para penyelidik bumi ini adalah untuk memetakan beberapa lokasi yang ada di dalam deliniasi Geopark Natuna yang berpotensi untuk dijadikan situs geopark tambahan dalam rangka mendukung Geopark Natuna menjadi UGGp.

“Saat zoom meeting kemarin, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Geopark Natuna agar bisa menjadi UGGp, salah satunya adalah jumlah situs geologi yang minimal berjumlah 20, sementara Gepark Nasional Natuna baru memiliki delapan situs. Oleh karena itu kedatangan teman-teman PSG ini adalah untuk mencari lokasi potensial untuk dijadikan situs geologi tambahan”, ujar Suratmojo, Geologist Geopark Natuna.
Selama pemetaan, tim yang terdiri dari Arif Prabowo, Dipowiguno, dan Ronaldo Irzon, didampingi oleh geologist dan tim dari Geopark Natuna mengunjungi beberapa lokasi di sekitar Pulau Bunguran, Gugusan Pulau Tiga, dan Pulau Sedanau untuk memetakan bebatuan yang tersingkap di lokasi tersebut.
Beberapa lokasi yang dikunjungi tersebut selain dari situs geoheritage yang sudah termaktub dalam SK Menteri tentang Warisan Geologi Natuna, tim juga melakukan survei pada lokasi-lokasi lain berdasarkan rujukan dan tulisan-tulisan ilmiah tentang Geologi Natuna yang sudah terbit, diantaranya adalah Batu Duyung di Kecamatan Pulau Tiga Barat, Kecamatan Bunguran Barat, Fosil Kayu di Kecamatan Bunguran Timur Laut, Gunung Putri di Kecamatan Bunguran Batubi, dan Gunung Keluntan di Kecamatan Bunguran Selatan. Beberapa lokasi tambahan lain yang disurvei adalah Pulau Sahi dan Betu Takek di Kecamatan Bunguran Timur Laut, Pase Maghos di Pulau Sedanau, Serantas di Kecamatan Pulau Tiga, serta beberapa lokasi potensial lain yang dikunjungi.

Tim dari Pusat Survei Geologi juga mengambil sampel-sampel di tiap lokasi untuk dilakukan pengujian laboratorium. Uji laboratorium ini dilakukan untuk mengidentifikasi kandungan-kandungan apa saja, hingga lingkungan pengendapan yang terdapat dalam batuan tersebut.
Selama kurang lebih 10 hari mengelilingi kawasan Geopark Natuna, tim survei dari PSG dan geoaprk Natuna telah mengumpulkan beberapa sampel dan rekomendasi lokasi mana saja yang akan dijadikan situs tambahan.
“Sudah ada gambaran, namun nanti akan kita fix-kan saat uji lab sudah keluar” ujar Arief Prabo, salah satu tim survei dari PSG.

General Manager Badan Pengelola Geopark Nasional (BPGN) Natuna, Moestofa Albakry mengucapakn banyak terimakasih atas dukungan yang diberikan oleh Kementerian ESDM ini. Ia beraharap geopark Natuna semakin mantap dalam perjalanannya menuju UGGp.
“Tentunya kami ucapkan terimakasih banyak kepada rekan-rekan Pusat Sruvei Geologi yang menurunkan tim terbaiknya untuk mengsurvei lokasi-lokasi di Geopark Natuna, semoga usaha kita menuju UGGp dilancarkan dan dimudahkan, aamiin”, ujarnya.
