Natuna Geopark Youth Forum (NGYF) kembali menggelar sosialisasi Geopark Natuna kepada pelajar. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di SMAN 2 Bunguran Timur pada Rabu (22/7/2026) dan menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan Geopark Natuna kepada generasi muda sejak dini sekaligus menumbuhkan kepedulian mereka terhadap potensi geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati yang dimiliki daerah. Ketua NGYF Natuna, Azmizar, mengatakan sosialisasi Geopark di lingkungan sekolah merupakan agenda rutin organisasi setiap tahun, khususnya saat pelaksanaan MPLS.

“Kegiatan ini memang menjadi rutinitas NGYF untuk memperkenalkan Geopark Natuna kepada siswa-siswa baru. Harapannya mereka memahami apa itu geopark, potensi yang dimiliki Natuna, serta pentingnya menjaga dan melestarikannya,” kata Azmizar.
Menurutnya, edukasi kepada pelajar menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap keberadaan Geopark Natuna. Dengan pemahaman yang baik, para siswa diharapkan dapat menjadi agen yang turut menyebarluaskan informasi sekaligus berperan aktif dalam upaya pelestarian kawasan geopark.
Ia menambahkan, saat ini Geopark Natuna tengah mempersiapkan proses pengajuan menjadi UNESCO Global Geopark. Oleh karena itu, dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, sangat dibutuhkan.
“Saat ini Geopark Natuna sedang menuju tahap menjadi UNESCO Global Geopark. Karena itu, keterlibatan aktif para siswa menjadi salah satu kunci dalam mendukung keberhasilan pengembangan geopark di masa mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina OSIS SMAN 2 Bunguran Timur, Azmi, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi yang digelar NGYF. Menurutnya, materi mengenai Geopark Natuna memang telah menjadi salah satu materi yang rutin diberikan kepada peserta didik baru setiap pelaksanaan MPLS di sekolah tersebut.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Materi tentang Geopark Natuna setiap tahunnya selalu masuk dalam rangkaian MPLS agar siswa sejak awal mengenal potensi daerahnya sendiri,” ujarnya.
Ia berharap para siswa tidak hanya mengenal konsep geopark, tetapi juga memahami pentingnya menjaga dan melestarikan kekayaan alam serta budaya yang dimiliki Natuna. Azmi juga menyambut antusias wacana pembentukan komunitas geopark di kalangan pelajar. Menurutnya, keberadaan wadah tersebut akan menjadi ruang positif bagi siswa untuk mengembangkan potensi, memperluas wawasan, sekaligus berkontribusi dalam mempromosikan Geopark Natuna.
“Kalau komunitas geopark di tingkat pelajar benar-benar terbentuk, tentu kami sangat mendukung. Ini akan menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi dirinya,” tambahnya.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan semakin banyak generasi muda yang mengenal, mencintai, dan ikut mempromosikan Geopark Natuna sebagai aset daerah yang memiliki nilai penting di tingkat nasional maupun internasional. (NGYF)
