Bupati Natuna Cen Sui Lan meninjau lomba kuliner berbahan umbi-umbian lokal yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Natuna, Ahad (11/10/2026). Sebanyak 25 tim mengikuti kompetisi yang tidak hanya mendorong kreativitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya pangan lokal di tengah perjalanan Natuna sebagai kandidat Aspiring UNESCO Global Geopark.
Dalam kunjungannya, Cen didampingi Ketua DPRD Natuna Rusdi, Wakil Bupati Jarmin Sidik, Sekretaris Daerah Boy Wijanarko Varianto, sejumlah kepala OPD, anggota DPRD, serta unsur Forkopimda. Kehadiran para pimpinan daerah menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan kuliner berbasis bahan lokal sebagai salah satu kekuatan identitas Natuna.

Cen menjelaskan, lomba ini sengaja digelar untuk memperkenalkan peluang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dapat dimulai dari rumah dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar. Menurutnya, pengolahan umbi-umbian menjadi makanan bernilai jual membuka ruang bagi masyarakat untuk berkreasi tanpa harus memiliki tempat usaha khusus.
“UMKM bisa dimulai dari rumah dan dipasarkan secara online. Kita ingin masyarakat melihat peluang ini, bagaimana bahan yang tersedia di sekitar kita bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Cen.
Pengalaman sukses lomba kuliner berbahan singkong pada tahun sebelumnya menjadi pertimbangan untuk mengembangkan kegiatan serupa dengan bahan baku yang lebih beragam. Pemanfaatan umbi-umbian lokal dinilai memudahkan akses bahan baku sekaligus menumbuhkan kreativitas dalam menghasilkan berbagai jenis makanan.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi ruang hidup pelestarian budaya pangan tradisional Natuna. Dalam konsep UNESCO Global Geopark, gastronomi atau geo-gastronomi merupakan salah satu pilar penting yang menghubungkan warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya masyarakat. Melalui pengolahan umbi-umbian lokal menjadi kuliner lezat dan bernilai ekonomi, masyarakat tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya dan alam.
Cen berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai hiburan perayaan hari jadi daerah. Pemerintah Kabupaten Natuna ingin mendorong masyarakat, khususnya ibu-ibu, agar berani mengembangkan hasil olahan pangan menjadi produk usaha yang dapat dipasarkan secara berkelanjutan.
Selain lomba yang melibatkan masyarakat, pemerintah daerah juga menggelar kompetisi serupa antar organisasi perangkat daerah untuk memperluas partisipasi. Makanan hasil kreasi peserta nantinya dibagikan kepada masyarakat untuk dinikmati bersama. Pemerintah daerah juga menyiapkan agenda pemberian hadiah bagi para pemenang pada November mendatang.

Sebagai dukungan nyata, Pemkab Natuna merencanakan penyediaan sekitar 50 hingga 70 gerobak usaha bagi pelaku UMKM. Fasilitas tersebut diharapkan membantu masyarakat mengembangkan usaha kuliner berbasis bahan lokal. Dalam kesempatan yang sama, Cen juga menyerahkan doorprize dari Bank Indonesia dan Geopark Natuna kepada peserta yang beruntung.
Melalui lomba kuliner umbi-umbian lokal ini, pemerintah daerah tidak hanya memperkenalkan bahan pangan setempat sebagai sumber gizi, tetapi juga sebagai warisan budaya yang hidup dan berdaya ekonomi. Di tengah upaya Natuna menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark, pelestarian dan pengembangan gastronomi lokal menjadi salah satu fondasi penting untuk memperkuat identitas kawasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
