Bupati Natuna menerima kunjungan dari Kementerian PPN/Bappenas pada senin (6/4) di Kantor Bupati Natuna. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan rapat bersama Tim Kementerian PPN/Bappenas dan beberapa OPD strategis terkait dan juga pengurus Badan Pengelola Geopark Nasional (BPGN) Natuna di ruang rapat Kantor Bupati Lantai II, Bukit Arai. Agenda rapat antara lain pembahasan pengembangan potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan evaluasi serta persiapan Geopark Natuna menuju status UNESCO Global Geopark (UGGp). Rombongan Kemneterian PPN/Bappenas terdiri dari Staf Khusus Kementerian bapak Sukmo Harsono, Direktur Sumber Daya Energi, Mineral dan Pertambangan bapak Togu Pardede, Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) Prof Mega Rosana, serta beberapa staf.

Kegiatan diawali dengan pemaparan dari Staf Khusus Kementerian PPN/Bappenas, Bapak Sukmo Harsono yang menyampaikan pentingnya penguatan perencanaan pembangunan berbasis potensi daerah, khususnya dalam pengembangan geopark sebagai bagian dari strategi nasional. Ia menekankan bahwa pengusulan Geopark Natuna menuju UGGp harus diiringi dengan kesiapan data, sinergi lintas sektor, serta dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati Natuna menyampaikan bahwa Natuna sebagai wilayah perbatasan memiliki potensi sumber daya alam yang besar, namun masih membutuhkan dukungan pemerintah pusat, terutama dalam penguatan infrastruktur dan optimalisasi pengelolaan potensi daerah.
“Kami berharap kehadiran Bappenas dapat membawa solusi dan arah kebijakan yang konkret, sehingga potensi yang dimiliki Natuna dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat,” ujar Bupati.
Ia juga menambahkan bahwa pengembangan Geopark Natuna tidak hanya berorientasi pada pengakuan internasional, tetapi harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, maupun pengembangan wilayah.

Dalam diskusi yang berlangsung, turut disampaikan bahwa pengembangan geopark harus memiliki arah dan target yang jelas, serta terintegrasi mulai dari tingkat nasional hingga daerah. Geopark juga diharapkan tidak hanya menjadi label, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Rapat tersebut juga menekankan pentingnya sinkronisasi program pembangunan daerah dengan kebijakan nasional, termasuk dalam dokumen perencanaan seperti RPJMN, sehingga setiap langkah yang diambil memiliki arah yang jelas dan terukur.
Selain mengadakan rapat dengan pihak terkait, rombongan dari Bappenas dan beberapa OPD, dan BPGN Natuna juga mengadakan kunjungan lapangan ke beberapa titik strategis. Kunjungan lapangan seperti SKPT Selat Lampa, Pasar Ikan Ranai, Geosite Batu Kasah, Geosite Tanjung Senubing dan Geosite Tanjung Datuk. Dalam kunjungan tersebut, rombongan Bappenas diajak untuk melihat potensi SDA yang ada di Natuna serta kesiapan situs-situs geopark dalam rangka menuju UGGp.

Melalui rapat dan kunjungan lapangan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong percepatan pengembangan Geopark Natuna menuju pengakuan UNESCO Global Geopark, sekaligus menjadikan potensi daerah sebagai kekuatan utama dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
